Sosial Media

Menelaah ke-Jombloan dari Sudut Pandang Positif




Ditengah malam yang gelap dan sunyi, ketika hampir semua manusia menutup mata dan pikiran untuk menjelajah ke alam mimpi, detik itu juga otak saya berbicara dan membentuk sebuah argumentasi gila mengenai sebuah kata yang dianggap sebagian orang sebagai hinaan. Sebuah istilah yang sulit didefinisikan untuk seorang mahasiswa yang suka bergelut di dunia pangan, Yaaa memang sebuah istilah yang kurang penting untuk dipelajari tetapi sangat menarik untuk dibahas. #Jomblo

Bukan sebuah kata yang asing lagi untuk seorang penikmat kesendirian dan kesunyian, bahkan istilah yang satu ini sudah menjamur dipelbagai pelosok negeri, bahkan setiap generasi, dari mulai generasi x, generasi Milenial, sampai generasi z pun pasti tau istilah ini. Berbagai opini pun muncul dari berbagai macam perspektif, dari mulai opini yang dianggap positif sampai opini yang negative, semua opini tersebut membuat kata JOMBLO jauh lebih berwarna.

I proud of you all yang sekarang sudah mendapatkan pendamping hidup bahkan udah sampai ke pelaminan. Saya juga respect untuk kalian semua yang sudah memiliki orang special yang dianggap sebagai seorang kekasih. Yang terpenting kalian mencintai pasangan kalian dengan rasa dan hati, bukan dengan maksud untuk menghilangkan label Jomblo dari diri kalian, apalagi hanya untuk maksud tertentu. Jikalau hanya menghilangkan label keJombloan, saya rasa label Saya Sampah lebih cocok ditempel didahi kalian.

Banyak alasan mengapa seseorang cenderung mengakhiri sebuah hubungan dan memilih untuk sendiri, mungkin karena pacaran terlalu mempersempit gerak si pelaku sehingga hidup mereka cenderung monoton, atau mungkin karena ada intervensi terlalu jauh dari sang kekasih, atau mereka yang memilih Jomblo dikarenakan sudah capek dengan patah hati dan kecemburuan.

“Single is choice”

Itulah semboyan untuk seorang penikmat dan peminat kesendirian.

Untuk kalian yang menyimpan semboyan itu di laci khusus yang terdapat didalam otak kalian, saya rasa kamu punya prioritas yang lebih utama daripada hanya memikirkan tentang cinta yang konteksnya adalah kekasih. Karena kalian adalah seorang yang ahli dalam memberikan porsi kehidupan yang sudah kalian kalkulasikan dalam hidup anda (20% Hobi 10% Kerjaan 20% Kekasih dll), beda lagi dengan seorang Jomblo ambisius yang rela mendedikasikan dirinya hanya untuk mencari seorang kekasih, kayaknya tipe manusia seperti ini terlalu memberikan banyak porsi hanya untuk mencari seorang pacar (100% Kekasih Hobi 0% kerjaan 0% dll). Mereka yang terlalu berambisi untuk menghilangkan status Jomblonya biasanya punya strategi khusus untuk memperbanyak sampel sehingga peluang pun akan lebih besar.

Sebuah hubungan cinta bukan hanya sebatas kata- kata yang dirangkai menjadi sebuah kalimat yang manis seperti “I Love You” atau “Aku sayang banget sama kamu” ataupun yang lain.

Cinta juga bukan hanya sekedar rasa dan hati tetapi cinta juga butuh akal sehat berupa perhitungan, perhitungan yang bagus akan menentukan kualitas hubungan percintaan kalian. Maka dari itu kaum jomblo yang dianggap sebagai orang yang ga laku oleh sebagian orang, sebenarnya mereka itu sedang menghitung atau mengkalkulasikan hal tersebut agar kelak tidak terjadi keretakan ketika sudah mempunyai sebuah hubungan spesial. 

Buat apa kita mempunyai hubungan tetapi tidak bisa saling membangun?

Buat apa kita punya pacar tetapi hidup kita terbengkalai?

Buat apa menjalin sebuah hubungan tetapi bukan atas dasar rasa?

Saya pikir kebahagiaan bukan ending dari sebuah hubungan, jika hanya sebatas bahagia, anak SMA pun sangat bahagia ketika jatuh cinta dan menjalin sebuah asmara. Hubungan yang tidak sehat membuat hati menjadi buta sehingga akan sampai pada kesimpulan "Pacaran adalah jalan menuju kebahagiaan", padahal tidak seperti itu kan?

Banyak hal yang harus direnungkan ketika ingin menjalin sebuah hubungan, pikirkan beberapa hal sebelum melangkah ke dunia asmara, karena cinta bukan sebuah permainan, butuh dedikasi dan keseriusan yang matang untuk menjalaninya.

"Manfaat apa yang aku dapatkan ketika aku pacaran dengan dia?"

Nahh, pertanyaan seperti itulah yang seharusnya difikirkan matang- matang. Karena buat apa menjalin sebuah hubungan jika tidak ada manfaat positif atau perubahan yang lebih baik pada diri kita. Tidak sedikit orang yang berubah karena cinta, yang awalnya rajin membaca buku, rajin sholat, rajin ngerjain PR atau yang lainnya, ketika sudah menjalin sebuah hubungan, dia malah memberi prioritas yang banyak untuk sang kekasih, bahkan hampir setiap hari dia menghabiskan waktu hanya untuk menonton smartphone cuma sekedar pengen tau si doi lagi ngapain. Nahh ini yang dinamakan Cacat Hubungan Percintaan.

Kalau berbicara mengenai Jomblo, ada cerita menarik dari Wakil Presiden Indonesia pertama yaitu Bung Hatta. Beliau adalah sosok panutan bagi masyarakat Indonesia, sebagai seorang yang ikut berkonstribusi dalam kemerdekaan Indonesia. Bahkan saking cintanya terhadap tanah air, Pria kelahiran 12 Agustus 1902 itu pernah bersumpah tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Dari cerita bung Hatta tersebut, kalian bisa menambah argumentasi pembelaan ketika anda dihadapkan dengan teman yang rese dan nyebelin serta selalu menghina tentang keJombloan kalian.

“Bro, Jomblo yaa?”
“Iyaa, emang kenapa?”
“Yahhh ga laku”
“Hehh, Aku Jomblo bukan berarti ngga laku yaa, aku Jomblo karena aku punya prioritas hidup selain hanya memikirkan pacar yang pada hakikatnya belom tentu jadi jodoh kita, bahkan Bung Hatta aja Jomblo sekian puluh tahun hanya karena beliau punya prioritas memerdekakan Indonesia”

Hahaha

Sudah menemukan relevansi nya? Antara prioritas dengan kesendirian? Kalau belum coba dibaca lagi, sampai kalian paham betul makna dari kesendirian yang sesungguhnya.

Pada intinya, artikel ini tidak dibuat untuk membela kaum Jomblo dan menyingkirkan kaum pacaran. This is my Opinion about single, saya pun juga pernah pacaran dengan jumlah mantan yang cukup banyak, So buat kaum pacaran jangan hujat saya yaa :D

Kesimpulannya, pacaran atau Jomblo adalah sebuah hak individu untuk memilih, kaum Jomblo tidak boleh mengusik dunianya orang pacaran, begitupun sebaliknya. Apalagi sampai mengatakan Jomblo itu ga laku dan sebagainya, karena pada dasarnya semua orang pasti memiliki pasangan masing- masing, bahkan sudah dijamin dalam kitab Al- Qur’an. Maka dari itu STOP BULYYING JOMBLO, karena mereka adalah orang- orang yang memiliki prioritas lain dalam hidupnya dan orang yang percaya akan kalimat “Jodoh pasti bertemu, tanpa harus bersusah payah mencari” #M.si










8 Responses to "Menelaah ke-Jombloan dari Sudut Pandang Positif"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel