Sosial Media

Fungsi Esensial Pendidikan Bukan Sekedar Mempersiapkan Diri untuk Dunia Kerja Saja





Tulisan receh ini disusun berdasarkan sebuah opini yang terbentuk dari akal yang Insha Allah sehat dan bersih dari debu. Opini ini bukan secara otomatis muncul didalam otak yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk artikel ini, melainkan melalui sebuah proses yang lumayan panjang dimana saya sebagai penulis artikel ini memiliki beberapa pandangan terkait dengan substansi pendidikan yang seharusnya tertanam sebagai sebuah pola pikir yang dapat menyelamatkan diri dari kehidupan sosial yang kian hari semakin kejam.

Pendidikan merupakan sebuah alat penunjang kualitas manusia, pendidikan dapat diartikan sebagai mesin penggerak perubahan peradaban manusia sehingga pendidikan dapat dikatakan sebagai hal pokok yang wajib diberikan kepada seluruh manusia yang hidup didunia ini.

Dunia yang semakin berkembang dan bumi yang mulai menua seakan merubah pola pikir manusia. Pendidikan yang awalnya sebagai alat untuk mengembangkan kualitas diri, sekarang berubah menjadi sebuah jembatan untuk mengakses dunia kerja yang kian hari semakin sulit untuk didapat. Banyak sekali protes masyarakat terkait dengan hubungan pendidikan dengan pekerjaan, mereka menganggap bahwa pendidikan akan memberikan sebuah jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang cemerlang di kemudian hari. Padahal masih banyak sekali fungsi pendidikan yang lebih esensial daripada hanya sekedar mempersiapkan diri untuk sebuah pekerjaan.

Fungsi I : Pembentukan Paradigma

Gambar otak cemerlang

Fungsi pertama yang paling dasar yaitu pembentukan paradigma atau kerangka berpikir. Pendidikan memberikan ilmu berupa pengetahuan, pengalaman dan lain sebagainya untuk membentuk sebuah paradigma berpikir manusia sehingga pemikiran yang logis, sistematis dan ilmiah akan muncul didalam akal manusia.

Kerangka/ metode berpikir sangat berhubungan dengan pemecahan suatu masalah, Mahasiwa yang memiliki metode berpikir yang sistematis dan logis akan cenderung mudah untuk memecahkan suatu masalah.

Example I
“Kota A merupakan daerah yang rawan terhadap banjir”

“Faktor terjadinya banjir adalah hujan lebat”

“Salah satu penyebab Hujan yaitu banyaknya jomblo yang berdo’a di malam Minggu”

“Maka untuk mengatasi permasalahan banjir yaitu dengan memberikan larangan kepada para jomblo di Kota A agar mereka tidak melakukan ritual do’a turun hujan”

Exampel II
“Kota A merupakan daerah yang rawan terhadap banjir”

“Faktor terjadinya banjir adalah hujan lebat dan sampah yang menyumbat got aliran air”

“Sampah- sampah yang menyebabkan banjir merupakan hasil dari ketidak tanggung jawab an masyarakat terhadap lingkungan dengan aktivitas membuang sampah sembarangan”

“Maka dari itu perlu adanya regulasi khusus sebagai sebuah larangan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan lagi sehingga banjir bisa sedikit diminimalisir”

Baca Juga : Kuliah, Buat apa?!?

Contoh diatas merupakan perbedaan yang sangat kontras mengenai kerangka berpikir manusia. Contoh satu sangat jelas bahwa paradigma yang digunakan sangat kacau dan cenderung ngawur, sedangkan contoh dua memiliki paradigma yang lebih sistematis dan logis sehingga pemecahan masalahnya pun lebih bisa diterima. Kerangka berpikir sangat berhubungan dengan analisis suatu masalah dan cara menyelesaikan masalah tersebut. Paradigma dapat terbentuk dengan adanya proses pendidikan yang panjang dan berkualitas.

Fungsi II :Membangun Relasi

Relasi antara banyak oranng

Relasi atau jaringan merupakan hal yang sangat krusial untuk kehidupan yang lebih baik. Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial, spesies manusia tidak akan bisa hidup tanpa interaksi dan pertolongan dari orang lain, maka dari itu relasi merupakan hal pokok yang menjadi landasan kehidupan.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting terkait dengan relasi, karena dengan pendidikan relasi akan cepat terbangun. Jenjang pendidikan yang semakin tinggi pastinya akan meningkatkan relasi secara kuantitas maupun kualitas.

Relasi yang semakin luas tentunya akan membuat kita dikenal banyak orang, dalam hal ini brand kita akan semakin dilihat banyak orang sehingga kita akan lebih memiliki banyak kesempatan untuk mendogkrak eksistensi kita, selain itu relasi akan membuka akses baru untuk pilihan yang lebih banyak.

Fungsi III : Transfer Nilai


Pendidikan memiliki arti yang sangat luas, bukan hanya di sekolahan ataupun di perkuliahan melainkan disetiap tempat dan di segala waktu ketika otak kita mau terbuka untuk informasi dan pengetahuan baru, disitulah kita mendapatkan sebuah pendidikan. Pendidikan tidak hanya terpaku dengan mata pelajaran monoton yang ada di sekolahan melainkan semua hal yang dapat diserap otak dan menghasilkan sebuah pemahaman dan nilai baru yang pastinya bermanfaat buat individu ataupun sekelompok orang.

Baca Juga : Short Articles with a Billion Thinks

Doktrin terkait nilai- nilai positif dari suatu masyarakat secara tidak langsung akan dimasukan ke dalam sebuah pendidikan yang akhirnya menjadi suatu tradisi didalam masyarakat tersebut. Nilai- nilai yang sudah menjadi sebuah kebiasaan akan terus ditransmisikan atau ditransfer dari generasi ke generasi sehingga nilai- nilai tersebut tidak akan hilang dimakan waktu. Contoh sederhananya ketika kita masih kecil, sebelum makan kita selalu diminta untuk mencuci tangan agar bakteri yang menempel ditangan berkurang sehingga tidak menimbulkan sakit perut. Ini merupakan contoh nilai yang ditransfer dari generasi ke generasi sehingga menjadi sebuah kebiasaan di suatu masyarakat tertentu.

Apakah nilai- nilai tersebut harus diikuti?

Belum tentu, karena pada prinsipnya pendidikan adalah proses dialektika dimana sebuah nilai yang diajarkan sangat bisa diperdebatkan untuk mendapatkan nilai baru yang lebih baik dan lebih relevan dengan perkembangan zaman. Dengan perkembangan zaman yang sangat pesat, mungkin suatu saat kita tidak perlu lagi mencuci tangan ketika mau makan, mungkin akan ada cara yang lebih efisien untuk membunuh bakteri di tangan.

Fungsi IV : Membuka Mata dan Hati 
untuk Mendapatkan Seorang Kekasih

Simbol cinta
Bukan hanya manfaat sosial saja yang akan timbul dari proses pendidikan, perihal cinta dan rasa pun akan bisa terbentuk dari sebuah pendidikan. Jenjang pendidikan yang tinggi tentunya akan meningkatkan kualitas diri, disamping itu standar untuk memiliki kekasih yang ideal akan lebih tinggi juga.

Perbedaan yang kontras antara standar mencari seorang kekasih yang dimiliki Mahasiswa dengan siswa SMA jelas sangat nyata. Kalau mungkin dulu waktu SMA kita mencari seorang pacar hanya sebatas cantik dan setia, ketika beralih jenjang pendidikan ke perguruan tinggi pastinya mata, hati serta logika kita mulai terbuka dimana kita akan mencari seorang kekasih yang bukan hanya cantik dan setia melainkan harus memiliki substansi dan kapasitas otak yang jelas.

Itulah beberapa fungsi pendidikan yang lebih esensial daripada hanya sekedar mempersiapkan diri untuk survive didunia kerja. Buatlah sebuah pendidikan lebih substantif dengan berorientasi pada fungsi- fungsi yang lebih penting, perihal pekerjaan merupakan bonus/ tambahan dari kerja keras kita selama berproses. #M.Si



0 Response to "Fungsi Esensial Pendidikan Bukan Sekedar Mempersiapkan Diri untuk Dunia Kerja Saja"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel