Sosial Media

MENELAAH KONSEPSI DASAR IDEOLOGI FEMINISME

https://ultimagz.com


Ketidakadilan yang terus muncul dari berbagai macam bidang memunculkan sebuah gerakan baru yang pastinya mengarah kepada transformasi sosial sehingga akan terciptanya sebuah kehidupan yang harmonis, adil dan tanpa penindasan. Salah satu contoh ketidakadilan yang sangat menarik untuk dibahas yaitu ketidakadilan gender. Berangkat dari sebuah penindasan dari budaya- budaya yang menyudutkan kaum perempuan, dari situlah muncul sebuah ideologi yang biasa disebut Feminisme.

Feminisme merupakan sebuah faham yang sangat menjunjung tinggi keadilan gender, menjunjung tinggi emansipasi wanita dan hak- hak perempuan dalam berbagai macam bidang, mulai dari ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya. Berbagai macam gerakan yang sudah diciptakan penganut ideologi feminisme terkait dengan keadilan gender menunjukkan bahwa ideologi ini sangat progresif dalam menjalankan aksinya.

Berbicara mengenai emansipasi, Indonesia mempunyai beberapa tokoh perempuan yang sangat luar biasa hebatnya, sebut saja salah satunya R.A Kartini. Beliau merupakan sosok yang sangat luar biasa dan sangat menjunjung tinggi hak- hak perempuan terutama hak memperoleh pendidikan. Sosok R.A Kartini sangat dihormati dan disegani. Budaya patriarki yang sangat kental seakan memakan habis semua hak perempuan waktu itu. Pendidikan tinggi seakan menjadi mitologi untuk kaum perempuan, bahkan untuk memilih suami saja perempuan tidak punya hak sama sekali. Dari adat seperti itulah R.A Kartini muncul dengan keberanian untuk menghilangkan budaya patriarki.

Pandangan gender yang salah kaprah berimbas pada kaum perempuan dan menimbulkan subordinasi. Perempuan yang dianggap irasional dan emosional membuatnya tidak bisa tampil memimpin. Selain itu adanya stereotipe yang ngawur dan tertanam pada mindset masyarakat membuat eksistensi kaum perempuan semakin memudar, sebut saja stereotipe 3M yang telah lama tertanam dalam pikiran masyarakat Jawa, bahwa perempuan itu ditakdirkan hanya untuk Manak, Macak dan Masak. Selain itu masih banyak juga masyarakat yang beranggapan bahwa tugas utama perempuan dalam rumah tangga itu hanya sebatas melayani gairah seks suami. Stereotipe semacam ini yang membuat perempuan dinomor duakan sehingga perannya dalam kehidupan sosial semakin berkurang.

Gender, sebagaimana dituturkan oleh Oakley (1972) dalam karangannya yaitu Sex, Gender and Society berarti perbedaan yang bukan biologis dan bukan kodrat Tuhan. Perbedaan biologis yaitu perbedaan jenis kelamin (sex) adalah kodrat Tuhan dan oleh karenanya secara permanen sangat berbeda. Sedangkan gender adalah perbedaan perilaku (behavioral differences) antara laki- laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial, yakni perbedaan yang bukan kodrat atau ketentuan Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia (laki- laki dan perempuan) melalui proses sosial dan kultural yang panjang (Mansour Fakih, 1996).

Keadilan gender yang diusung oleh penganut ideologi feminisme berkembang seiring dengan perkembangan zaman, bukan hanya di Indonesia bahkan dunia mempunyai sebuah organisasi yang menaungi perempuan, sebut saja WID (Women in Development). WID mengarah kepada keterlibatan perempuan dalam kegiatan pembangunan. Asumsinya adalah penyebab keterbelakangan perempuan adalah karena mereka tidak ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

Meskipun gerakan feminisme sangat progresif tetapi masih banyak juga ketidak adilan gender yang sangat sulit untuk dihilangkan, sebut saja kekerasan seksual (sexual harassement). Kekerasan seksual terjadi dimana- mana dan kebanyakan yang menjadi korbannya adalah seorang perempuan, karena anggapan kalau perempuan itu lebih lemah daripada pria masih tertanam di dalam otak kebanyakan orang sehingga menimbulkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kaum pria. 

Kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini semakin marak terjadi, pasalnya perempuan yang seharusnya menjadi korban malah berubah posisi menjadi pemicu aksi kekerasan seksual. Kalian mungkin sering mendengar opini- opini ngawur yang cuma menyudutkan kaum perempuan yang dilontarkan netizen- netizen yang sangat budiman, saya ambil contoh sebagai berikut :

“Pemerkosaan terjadi dimana- mana, yaaa saya kira hal ini sangat wajar, kenapa??? Yaa kita lihat sendiri lahh fakta dilapangan seperti apa. Kebanyakan perempuan sekarang lebih suka memamerkan auratnya daripada menutupi, dari kebiasaan seperti itu saya kira sangat wajar kalau aksi pemerkosaan marak terjadi”.

Sudah jelas pemerkosaan merupakan penindasan bagi kaum perempuan. Sudah sangat jelas pemerkosaan merupakan pemaksaan seksual yang sangat merugikan pihak perempuan. Tetapi masih banyak komentar- komentar yang menyudutkan kaum perempuan. Perihal pakaian terbuka bukanlah menjadi faktor utama dari aksi pemerkosaan, tetapi faktor yang sangat utama adalah bagaimana cara pelaku mengontrol hawa nafsu seksualitasnya sehingga mereka memiliki alat kalamin yang terdidik.

Keadilan gender dan mulai memudarnya budaya patriarki merupakan produk yang dihasilkan dari gerakan- gerakan perempuan. Hak- hak untuk mengakses sebuah pilihan merupakan tujuan dari ideologi feminisme. Sama halnya pria, sudah seharusnya perempuan punya banyak pilihan dalam bidang apapun, entah memilih pendidikan, politik, suami dan lain sebagainya. Perempuan adalah sosok manusia yang sangat dimuliakan, memiliki jiwa mengasihi, mengayomi dan memiliki hati yang sangat lembut. Perempuan memiliki hak menjadi manusia seutuhnya, mereka berhak memilih jalannya dalam bidang apapun, tidak ada deskriminasi dan budaya patriarki. Itulah arah sesungguhnya dari gerakan feminisme. (#M.Si)

1 Response to "MENELAAH KONSEPSI DASAR IDEOLOGI FEMINISME"

  1. Huft... semoga kita selalu terhindar dari hal hsl yang akan menjerumuskan kita ke dalam api neraka...

    ReplyDelete

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel