Sosial Media

Kuliah, Buat apa?!?



Paradigma tentang dunia perkuliahan masih dianggap sebagai pencapaian luar biasa, apalagi didalam paradigma masyarakat di desa. Mereka menganggap anak kuliahan adalah suatu kebanggaan untuk keluarga dan bisa jadi suatu prestasi luar biasa yang patut dipamerkan. Masih banyak yang menganggap anak kuliahan merupakan orang yang sukses dan serba bisa, entah dalam hal apapun. Padahal sukses atau tidaknya seseorang tidak dinilai dari seberapa tinggi mereka menempuh pendidikan formal, tetapi dinilai dari seberapa minat mereka belajar, belajar dan terus belajar. Konteks belajar bukan hanya bisa didapat dari bangku sekolah ataupun perkuliahan. Dimanapun, kapanpun dan pada situasi apapun, ketika kita mau untuk belajar dan mempunyai minat untuk memperbaiki kualitas diri, disitulah letak kesuksesan yang ada.

“Kuliah bukan jaminan”

Paling tidak saya punya prinsip seperti itu ketika saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Ya, kuliah memang bukan jaminan untuk masuk kedalam gerbang kesuksesan, tetapi kuliah dapat membantu kita untuk mengantar kita ke depan gerbang kesuksesan, dengan catatan kita punya kemauan besar untuk maju.

Coba kita rubah prinsip “Kuliah bukan jaminan” menjadi “Kuliah adalah jaminan”, apa yang terjadi? Ya, setiap orang yang kuliah akan menghabiskan waktunya untuk sebatas senang- senang dan hura- hura belaka, serta tidak mau berpikir keras untuk mengerjakan tugas, laporan dan lain sebagainya, karena kita (anak kuliahan) sudah dijamin masa depannya akan menjadi anak yang sukses.

Kembali kepada prinsip “Kuliah bukan jaminan” 

Karena dari awal kita menerapkan prinsip seperti itu, maka secara tidak langsung kita akan terpicu dan terdorong untuk belajar dengan sungguh- sungguh untuk mencapai sebuah kesuksesan, karena kita tahu bahwasanya kuliah tidak memberikan jaminan apapun kepada kita.

Saya masih percaya dan memegang erat kalimat “Guru terbaik adalah diri kita sendiri”. Dan dosen atau guru merupakan fasilitator pendidikan yang tugasnya hanya sebatas membantu kita membentuk pola pikir yang lebih advance. Sebaik apapun guru, ketika diri kita menolak untuk belajar, pasti takkan ada gunanya, oleh karena itu otoritas tertinggi untuk sebuah pencapaian luar biasa ada didalam diri kita sendiri.

Baca Juga : Esensi Pendidikan dan Paradigma Tentang Pendidikan di Masyarakat

Kuliah tidak akan pernah ada garansinya, banyak sekali orang- orang yang sukses tanpa kuliah, sebut saja Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia yang fokus dengan bidang IT nya. Bahkan untuk belajar fokus di bidang IT, dia rela drop out dari kuliahnya sehingga dia tidak mendapatkan ijasah sarjananya, tetapi dapat dilihat sekarang dia sukses dengan perusahaan microsoftnya.

Menurut saya, kuliah tidak akan pernah ada substansinya jika tujuan kita kuliah adalah mendapatkan pekerjaan yang cemerlang dan uang yang melimpah. Sebenarnya substansi dari kuliah adalah merubah pola pikir, membentuk paradigma, membangun etika, menjaga kewarasan berpikir dan lain sebagainya. Perihal uang dan pekerjaan itu bukan sebuah tujuan melainkan sebuah akibat.

Kerangka berpikir yang salah saat ini masih menjajah otak- otak daripada Mahasiswa, mereka masih menganggap bahwasanya kuliah merupakan salah satu persiapan untuk mencari sebuah pekerjaan, dan pekerjaan masih membutuhkan ijasah berupa kertas dengan nilai yang sempurna sehingga dari hal tersebut munculah satu ambisi untuk mendapatkan satu lembar ijasah dengan nilai yang sempurna tanpa memperhatikan proses belajar itu sendiri.

Sejauh ini terlihat, ruang pendidikan sudah menjadi tempat untuk berbisnis dan tempat untuk mendapatkan financial yang tinggi. Hubungan antara perguruan tinggi dengan mahasiswa semakin hari semakin terlihat seperti produsen dan konsumen. Biaya pendidikan yang sangat tinggi menjadikan masyarakat kelas menengah kebawah sulit mengakses pendidikan tersebut. Alhasil banyak sekali anak- anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat perguruan tinggi.

Banyak sekali anak- anak muda berpotensi yang memiliki kemauan tinggi untuk bersekolah, tetapi tidak bisa melanjutkan dikarenakan faktor ekonomi. Pada akhirnya, perguruan tinggi didominasi oleh kaum elit dimana terkadang masih banyak mahasiswa- mahasiswa yang hanya menghabiskan waktu kuliahnya untuk bersenang- senang belaka tanpa mau menghabiskan masa kuliahnya untuk berproses. Karena mereka tahu dan sadar bahwa orang tuanya merupakan kaum elit yang nantinya kekayaan mereka bisa dipindah tangankan kepada anak- anaknya.

Baca Juga : Esensi Pendidikan dan Paradigma Tentang Pendidikan di Masyarakat

Proses merupakan hal yang penting untuk membentuk diri kita dalam masa- masa kuliah, untuk itu perlu adanya kemauan dan minat yang besar untuk benar- benar berproses.

Kuliah seharusnya mendorong kita untuk tetap berpikir dan terus berpikir, tetapi fakta dilapangan masih banyak sekali mahasiswa yang terdorong hanya sebatas ingin mendapatkan ijasah dan pekerjaan yang cemerlang.

Ijasah?!? Hanya sebatas itukah tujuan kalian kuliah?!? Hanya untuk mendapatkan selembar kertas Ijasah!?!

Seharusnya tidak!!! Nilai yang paling substansial bukan terdapat pada selembar ijasah melainkan dari cara kita menghargai sebuah proses ketika kita kuliah. Kampus memberikan kita ruang untuk membentuk diri kita dengan memberikan pelatihan, tempat bersosial, tempat berpikir dan lain sebagainya.

Ijasah hanyalah kertas tanpa makna jika kita tidak dapat menghargai sebuah proses.

Mengutip daripada penyataan Roky Gerung, “Ijasah itu tanda anda pernah sekolah, bukan tanda anda pernah berpikir


Sebuah pernyataan sindiran yang sangat dalam untuk orang- orang yang kuliah dan orientasinya hanya kepada selembar ijasah.

Jadi, kita coba kembali ke pertanyaan awal tadi “Buat apa kuliah?!?”

Yang jelas bukan untuk mencari sebuah pekerjaan yang cemerlang dan uang yang berlimpah, melainkan kuliah sebagai alat pendidikan untuk membangun paradigma yang baik, membentuk diri kita dan memperbaiki kualitas diri.

Pekerjaan bukan tujuan dari sebuah pendidikan melainkan sebuah akibat daripada kita kuliah, saya yakin jika kita fokus untuk memperbaiki diri, pekerjaan yang cemerlang juga bakal mengikuti. #M.Si

1 Response to "Kuliah, Buat apa?!?"

  1. Setuju gan... meskipun saya sendiri tidak kuliah. Namun yang namanya pendidikan itu penting untuk mendidik jati diri yang kokoh

    ReplyDelete

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel